www.AlvinAdam.com

Majalah Peluang Bisnis

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

thumbnail

Posted by On 5:41 AM

Hipmi Jaya Kunjungi Kantor Bisnis Indonesia

Hipmi Jaya Kunjungi Kantor Bisnis Indonesia
Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jakarta Raya (Hipmi Jaya) Afifudin Suhaeli Kalla (kiri) didampingi Wakil Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Chamdan Purwoko, berbincang bersama redaksi saat berkunjung ke Kantor Bisnis Indonesia, di Jakarta, Kamis (22/2/2018). Selain bersilaturahmi, kunjungan itu untuk berdiskusi terkait kewirausahaan sekitar hambatan di bidang industri dan bisnis. JIBI/Bisnis/Felix Jody Kinarwan
Hipmi Jaya Kunjungi Kantor Bisnis Indonesia
Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jakarta Raya (Hipmi Jaya) Afifudin Suhaeli Kalla (kiri) didampingi Wakil Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Chamdan Purwoko, berbincang bersama redaksi saat berkunjung ke Kantor Bisnis Indonesia, di Jakarta, Kamis (22/2/2018). Selain bersilaturahmi, kunjungan itu untuk berdiskusi terkait kewirausahaan sekitar hambatan di bidang industri dan bisnis. JIBI/Bisnis/Felix Jody Kinarwan
Hipmi Jaya Kunjungi Kantor Bisnis Indonesia
Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jakarta Raya (Hipmi Jaya) Afifudin Suhaeli Kalla (kanan) berdiskusi bersama redaksi saat berkunjung ke Kantor Bisnis Indonesia, di Jakarta, Kamis (22/2/2018). Selain bersilaturahmi, kunjungan itu untuk berdiskusi terkait kewirausahaan sekitar hambatan di bidang industri dan bisnis. JIBI/Bisnis/Felix Jody Kinarwan
   Hipmi Jaya Kunjungi Kantor Bisnis Indonesia
Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jakarta Raya (Hipmi Jaya) Afifudin Suhaeli Kalla berdiskusi bersama redaksi saat berkunjung ke Kantor Bisnis Indonesia, di Jakarta, Kamis (22/2/2018). Selain bersilaturahmi, kunjungan itu untuk berdiskusi terkait kewirausahaan sekitar hambatan di bidang industri dan bisnis. JIBI/Bisnis/Felix Jody Kinarwan
Hipmi Jaya Kunjungi Kantor Bisnis Indonesia
Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jakarta Raya (Hipmi Jaya) Afifudin Suhaeli Kalla berdiskusi bersama redaksi saat berkunjung ke Kantor Bisnis Indonesia, di Jakarta, Kamis (22/2/2018). Selain bersilaturahmi, kunjungan itu untuk berdiskusi terkait kewirausahaan sekitar hambatan di bidang industri dan bisnis. JIBI/Bisnis/Felix Jody Kinarwan
Sumber: Google News Bisnis Indonesia

thumbnail

Posted by On 1:42 AM

Bisnis Waralaba Indonesia Nantikan Revisi Regulasi

Ilustrasi. - .

Bisnis.com, JAKARTAâ€" Pelaku bisnis waralaba di Indonesia berharap industri dapat lebih berkembang setelah revisi regulasi terkait bisnis waralaba dikeluarkan oleh pemerintah.

Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (Wali) Levita Ginting Supit mengatakan salah satu tantangan dari bisnis waralaba di Indonesia adalah dari sisi regulasi dan bisnis waralaba asing yang masuk ke Indonesia.

“Bisnis waralaba lokal tetap butuh support dari pemerintah,” ujarnya kepada Bisnis.

Dia mengungkapkan saat ini Wali bersama-sama dengan pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan berupaya melakukan revisi peraturan pemerintah agar lebih mendukung pengusaha waralaba Indonesia. Selain itu, agar waralaba asing yang m asuk ke Indonesia juga tidak merugikan waralaba lokal.

“Tantangan itu bukan berarti jadi ancaman karena beberapa tahun belakang ini dengan banyaknya waralaba asing yang masuk ke Indonesia itu membuat pelaku waralaba lokal itu lebih kreatif sehingga bisa memajukan bisnis waralaba mereka,” katanya.

Namun, katanya, pengusaha waralaba juga tetap perlu didudkung dari aturan-aturan yang tidak menyulitkan agar bisa tetap bertumbuh dan berkembang.

“Kalau pengusaha maju juga efeknya baik untuk Indonesia kan, ada pemasukan pajak, pemakaian produk lokal meningkat, permintaan semakin banyak, seperti itu,” katanya.

Dia mengatakan pembahasan revisi regulasi ini telah dilakukan sejak tahun lalu dan telah mendekati tahap penyelesaian. Dimana Wali sebagai asosiasi juga menjadi pihak yang terlibat sebagai pelaku usaha di lapangan untuk memberikan masukan.

“Supaya pemerintah sama pengusaha bisa bergandengan tangan untuk memajukan bisnis ini di negara sendiri. Ka lau di negara sendiri bisa maju, untuk berkembang di negara lain kan lebih gampang kan,” katanya.

Levita mengatakan revisi aturan tentang waralaba ini diperkirakan akan dikeluarkan pada pertengahan tahun 2018. Dimana rapat terakhir rencananya dilakukan pada Maret 2018. Asosiasi berharap dengan adanya beleid ini nantinya dapat mendukung iklim usaha yang baik.

“Kami berharap masing-masing waralaba, [baik] asing dan lokal, punya aturan sendiri-sendiri , dengan ada aturan ini, tidak saling menyikut,” katanya.

Dia mengatakan waralaba Indonesia harus tetap jadi tuan rumah di negara sendiri, namun waralaba asing yang masuk ke Indonesia juga pelakunya pengusaha Indonesia begitu meraka masuk ke Indonesia melalui kemitraan dengan orang Indonesia.

“Jadi dengan aturan ini yang benar-benar men-support pengusaha asing dan lokal ini, itu kan membuat bisnis waralaba bisa lebih berkembang,” katanya.

Data Wali, saat ini ada sekitar 1.500 usaha waralaba di Indon esia, dimana mayoritas merupakan waralaba asing.

“Waralaba asing itu ada 60% dan waralaba lokal ada 40%,” katanya.

Seperti diketahui, selama ini pemerintah masih menggunakan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 53 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Waralaba untuk secara umum. Regulasi ini sebagai revisi atas Permendag nomor 31 tahun 2008.

Tag : waralaba Editor : Linda Teti SilitongaSumber: Google News Bisnis Indonesia

thumbnail

Posted by On 8:52 PM

Simak Kolaborasi Bisnis Terbaru Lion Parcel dengan Pos Indonesia

Ilustrasi: Kargo di bandara - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Lion Parcel melakukan kerja sama dengan Pos Indonesia untuk kolaborasi bisnis dan sharing economy dengan konsep berbagi sumber daya (shared resources).

Farian Kirana, Direktur Utama Lion Parcel, mengatakan kerja sama ini menyediakan kemudahan bagi pertumbuhan perdangangan daring (e-commerce) yang tengah berkembang saat ini.

BACA JUGA :

  • Syamsudin Noor Adopsi Aero City
  • Personel CS Diganti Robot
  • Live IHSG 22 Februari 2018

“Dengan begitu, memberikan dampak positif yaitu pelanggan semakin dimudahkan dalam melakukan pengiriman paket ataupun dokumen. Selain itu, menjadikan bisnis jasa pengiriman berkembang pesat di Tanah Air,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima, Kamis (22/2/2018).

Menurutnya, melalui kerja sama ini Pos Indonesia dan Lion Parcel bersama Lion Group mampu memberikan solusi inovatif dalam memperlancar distribusi barang dari atau ke seluruh wilayah Indonesia hingga merambah kawasan regional.

Hal ini diharapkan mampu menggerakkan perekenomian nasional khususnya para pelaku Usaha Kecil dan Menangah (UKM), industri kreatif, dan perorangan yang membutuhkan jasa pengantaran efektif, cepat, dan tepat.

“Dengan pemanfaatan konsep berbagi sumber daya dan kemampuan ini, dipadu peningkatan teknologi digital di sektor pos, ekspres dan logistik, harapan besar mampu dengan mudah dan murah dalam menjangkau potensial pasar lebih luas serta mendekatkan kepada pelanggan di Indonesia,” tambahnya.

Agus F. Handoyo, Direktur Jasa Kurir PT Pos Indonesia (Persero) mengatakan Lion Group memiliki kemampuan terbang hingga ke daerah t erpencil dan Pos menjangkau sampai ke tingkat desa. Sharing economy tersebut, jelasnya, bisa memberikan pelanggan dalam pengiriman paket lebih ekonomis dan menjangkau semuanya.

“Kami sangat senang dan berterima kasih dapat mewujudkan sinergi bersama salah satu perusahaan swasta seperti Lion Group ini, untuk memanfaatkan potensi masing-masing perusahaan. Pos Indonesia akan tetap memberikan kuantitas dan kualitas yang lebih baik, dengan jaringan Lion Grup yang tersebar di Indonesia” paparnya.

Adapun, melalui kerja sama ini Lion Parcel akan mendapatkan jaringan pengiriman Pos Indonesia, di mana outlet Lion Parcel tidak ada. Tahap awal ini, Lion Parcel memanfaatkan lebih dari 118 daerah yang belum terlayani saat ini.

Lion Parcel dapat melakukan pengiriman yang diteruskan (Penerusan Kiriman) oleh Pos Indonesia dari kantor tujuan awal ke kantor penerusan kiriman. Layanan yang digunakan untuk pengiriman menggunakan layanan Pos Kilat Khusus.

Pos Indonesi a berpengalaman 272 tahun dengan jangkauan layanan hingga setingkat kelurahan akan memperoleh alokasi ruang kargo dan tarif angkutan udara dengan menggunakan layanan udara niaga berjadwal Lion Air Group yang melayani penerbangan dari Sabang hingga ke Merauke, dari Talaud sampai ke Pulau Rote.

Untuk rute internasional, diperkuat oleh Malindo Air berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia dan Thai Lion Air di Bangkok, Thailand. Dari sinergi yang terjalin, menyediakan layanan yang membuat pelanggan mendapatkan akses lebih mudah dalam melakukan transaksi pengiriman paket/dokumen.

Tag : logistik, e-commerce, lion air, pt pos indonesia Editor : Yusuf Waluyo JatiSumber: Google News Bisnis Indonesia