Peluang Bisnis

Produk: Kementan Dorong Peningkatan Peran OKKP

Kementan Dorong Peningkatan Peran OKKP

Kementan Dorong Peningkatan Peran OKKP - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA - Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi dalam Pertemuan Jejaring Keamanan Pangan Nasional (JKPN) di Bogor, Senin (18/9), meminta agar peran Otoritas Kompeten Keamanan Pangan (OKKP) harus ditingkatkan. Peningkatan tersebut untuk merespons perkembangan penanganan perberasan kedepan. Alasannya beras yang diperdagangkan dalam kemasan wajib mendapat nomor pendaftaran produk beras.

"Saya meminta kepada para peserta pertemuan ini untuk meningkatkan kompetensinya, agar bisa menjawab tantangan dan permasalahan kedepan, karena yang kita tangani nanti tidak hanya komoditi beras, komoditas pangan segar la innya,” kata Agung.

Selanjutnya, Agung menjelaskan bahwa produk beras yang didaftarkan harus memenuhi beberapa parameter, antara lain pemenuhan persyaratan keamanan pangan, kelas mutu, persyaratan label pangan, dan kelas harga eceran tertinggi (HET).

"Pada saat ini Kementerian Pertanian sedang merumuskan institusi pelaksana yang sesuai kewenangannya untuk melaksanakan penilaian pemenuhan parameter yang dimaksud,” kata Agung.

Pemerintah telah menetapkan regulasi perberasan melalui Permendag No 57/M-DAG/PER/8/2017 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Permentan No 31/Permentan/ PP.130/8/2017 tentang Kelas Mutu Beras. Regulasi tersebut merupakan jawaban untuk melindungi konsumen agar mendapatkan kualitas beras yang memadai dan harga yang terjangkau, serta petani mendapatkan kepastian harga.

Kebijakan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam mewujudkan sistem ekonomi berkeadilan. Penyelesaian masalah perberasan harus menyeluruh dar i hulu hingga hilir, dan mempertimbangkan petani, pedagang, dan konsumen.

HET yang ditentukan pemerintah harus tidak merugikan petani, tidak memberatkan konsumen, dan pedagang masih mendapatkan keuntungan yang wajar.

Melalui pertemuan ini, Agung juga berpesan agar OKKP Daerah membangun jejaring dengan mitra kerja seperti laboratorium, sehingga jika belum ada laboratorium yang terakreditasi disuatu daerah, bisa bekerjasama dengan laboratorium yang ada di daerah lainnya.

  • 1
  • 2
  • Next
Sumber: JPNN

Tidak ada komentar