Peluang Bisnis

KABAR PASAR 11 DESEMBER: Pertaruhan Sektor Ritel di 2018 ...

KABAR PASAR 11 DESEMBER: Pertaruhan Sektor Ritel di 2018 ...

Karyawan beraktivitas di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/11). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA รข€" Berita mengenai tantangan di sektor ritel pada tahun 2018 serta instrument saham yang diyakini tetap paling prospektif menjadi sorotan sejumlah media massa hari ini, Senin (11/12/2017).

Berikut rincian topik utama di sejumlah media nasional hari ini:

2018, Pertaruhan Sektor Ritel. Berbagai tantangan yang dihadapi sektor ritel Tanah Air pada tahun ini masih akan terjadi pada 2018, meski sebagian pihak optimistis perhelatan politik dan program bantuan pemerintah yang dimulai tahun depan bakal mengerek konsumsi. (Bisnis Indonesia)

Instrumen Saham Paling Prospektif. Instrumen saham diyakini tetap memberikan return yang positif pada 2018. Adapun, sektor telekomunikasi dan konstruksi akan menjadi pendorong utama kinerja pasar saham. Proyeksi peningkatan pertumbuhan ekonomi dan gelaran sejumlah agenda akbar diperkirakan mendorong kinerja saham pada 2018. (Bisnis Indonesia)

Momentum Pertumbuhan Terjaga. Ekonomi nasional pada tahun depan diperkirakan kembali kuat seiring dengan perbaikan data ekonomi jelang tutup 2017. (Bisnis Indonesia)

Obligasi Tetap Bergairah. Kinerja obligasi dan reksa dana pendapatan tetap diperkirakan masih positif kendati Federal Reserve bakal kembali mengerek suku bunga pada 13 Desember 2017 waktu setempat. (Bisnis Indonesia)

Harga Pangan Pendorong Inflasi Desember 2017. Inflasi bulanan pada akhir tahun ini diperkirakan meningkat dibandingkan November 2017. Bank Indonesia (BI) memproyeksikan inflasi pada D esember sebesar 0,41% atau naik dibanding bulan sebelumnya sebesar 0,2%. (Kontan)

Margin Bunga Perbankan Terus Turun. Para bankir harus berupaya keras menjaga laba tetap bertumbuh. Maklum, seiring dengan tren penurunan bunga, margin perbankan pun ikut menciut. (Kontan)

Impor Barang Tak Berwujud Diusulkan Kena Bea Masuk. Pemerintah ingin mengenakan bea masuk untuk barang tak berwujud (intangible goods) yang masuk ke Indonesia dari luar negeri. Barang tak berwujud misalnya, buku elektronik, software, dan lain-lain. (Kontan)

Tag : kabar pasar Editor : Mia Chitra DinisariSumber: Google News Bisnis Indonesia

Tidak ada komentar