www.AlvinAdam.com

Majalah Peluang Bisnis

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Pupuk Indonesia Kejar Sejumlah Proyek

Diposting oleh On Selasa, Desember 12, 2017

Pupuk Indonesia Kejar Sejumlah Proyek

PT Pupuk Indonesia - Antara/Rosa Panggabean

Bisnis.com, JAKARTAâ€"PT Pupuk Indonesia (Persero) terus mempersiapkan sejumlah proyek, seperti pembangunan pabrik NPK di PT Pupuk Iskandar Muda sebesar 1 juta ton per tahun, PT Pupuk Kujang Cikampek sebesar 200.000 ton per tahun, PT Petrokimia Gresik sebesar 500.000 ton per tahun, dan PT Pupuk Kalimantan Timur sebesar 1 juta ton per tahun.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat mengatakan kapasitas produksi urea Pupuk Indonesia Grup saat ini sekitar 8,3 juta ton. Perseroan memutuskan untuk tidak menambah kapasitas produksi urea lagi dan mengotimalkan pabrik yang ada untuk memenuhi kebutuhan domestik dan sebagai bahan baku pupuk NPK.

Selain pembangunan proyek NPK, upaya lain untuk meningkatka n daya saing adalah melalui adalah peningkatan efisensi pabrik dengan melakukan revitalisasi pabrik. Sejauh ini, Pupuk Indonesia merevitalisasi tiga pabrik, salah satunya adalah pabrik Pusri 2B.

Pusri 2B ini menggantikan Pabrik Pusri 2 yang telah berumur lebih dari 40 tahun. Pabrik Pusri 2B selain menerapkan teknologi baru juga dapat menghemat bahan baku gas alam. Pabrik Pusri 2B akan menghemat pemakaian gas hingga 14 MMBTU per ton urea, sehingga menurunkan harga pokok produksi agar dapat bersaing dan kompetitif.

Selain meningkatkan efisiensi melalui revitalisasi, Pupuk Indonesia juga akan mulai merambah bisnis petrokimia lainnya yang memiliki nilai tambah yang lebih tinggi dibandingkan dengan urea. Saat ini Pupuk Indonesia tengah menjajaki kemungkinan pengembangan produk petrokimia di Bintuni seperti methanol, ethylene, dan lain sebagainya.

PT Pupuk Indonesia juga akan menambah kapasitas produksi pupuk NPK sebesar 3,4 juta ton pada 2021.

Aas mengatakan saat ini Pupuk Indonesia Grup memiliki kapasitas produksi NPK sebesar 3,1 juta ton. Perseroan menambah kapasitas produksi NPK tersebut karena kebutuhan pupuk dalam negeri bakal terus meningkat.

"Industri pupuk dan petrokimia mempunyai prospek yang baik ke depan karena kebutuhan pupuk dalam negeri, khususnya NPK, akan terus meningkat. Kami akan mengembangkan kapasitas hingga dua kali lipat pada 2021," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (12/12/2017).

Pengembangan NPK menjadi prioritas Pupuk Indonesia ke depan untuk meningkatkan daya saing perusahaan. Aas menuturkan pupuk NPK telah terbukti memberikan hasil yang optimal dalam meningkatkan produktivitas tanaman, baik itu tanaman pangan maupun perkebunan.

Pemerintah saat ini juga terus mendorong pola pemupukan berimbang melalui penggunaan pupuk NPK. "Berdasarkan analisa pasar, potensi pupuk NPK untuk sektor perkebunan juga sangat menjanjikan karena kebutuhan pasar dalam negeri masih cukup tinggi," katanya.

Salah satu langkah untuk meningkatkan kapasitas tersebut, perseroan melalui anak usahanya PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, menandatangani kontrak EPC Pabrik NPK Fusion II dengan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Sementara itu, Direktur Utama Pupuk Sriwidjaja Palembang Mulyono Prawiro mengatakan pembangunan pabrik NPK Fusion berkapasitas 200.000 ton per tahun di site Pupuk Sriwidjaja diperkirakan selesai pada 2019. Pembangunan ini bertujuan memperkuat pasokan pupuk NPK di sektor pangan, perkebunan dan holtikultura terutama untuk wilayah Sumatra.

“Pembanngunan pabrik NPK Fusion II ini menggunakan teknologi Steam Fused Granulation," kata Mulyono.

Tag : pupuk indonesia Editor : Ratna AriyantiSumber: Google News Bisnis Indonesia

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »