GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

Classic Header

{fbt_classic_header}

Top Ad

Peluang Bisnis:

latest

Teh Chin Chau Mediabetea: Ibarat Akar Gantung bagi Penderita Diabetes

“Teh Chin Chau Mediabetea berkhasiat membantu menormalkan fungsi pankreas penderita DM dengan menggantikan sel-sel yang telah mati dengan sel-sel baru”. 
Ada perumpamaan, bagi orang yang hanyut sebatang rumput pun akan dijadikan p…

Teh Chin Chau Mediabetea: Ibarat Akar Gantung bagi Penderita Diabetes
“Teh Chin Chau Mediabetea berkhasiat membantu menormalkan fungsi pankreas penderita DM dengan menggantikan sel-sel yang telah mati dengan sel-sel baru”. 

Ada perumpamaan, bagi orang yang hanyut sebatang rumput pun akan dijadikan pegangan. Padahal dalam keadaan normal ia sadar bahwa itu tidak bakalan mungkin dapat menyelamatkan dirinya. Intinya dalam keadaan terpaksa dan putus asa orang akan melakukan apa pun asal bisa selamat. Terlebih bagi pengidap penyakit ganas yang belum ditemukan cara penyembuhannya secara medis, makan batu sekalipun asal sembuh, pasti dilakukan.

Begitu pula yang dialami Bp. Wisbert, puncak penderitaannya ketika mendapat vonis harus melakukan amputasi tangan yang busuk bernanah akibat penyakit Diabetes Mellitus (DM) yang diidapnya tidak kunjung sembuh. Segala daya-upaya yang telah ia jalani seakan sia-sia. Dalam pikirannya, bila jadi diamputasi apalagi yang masih tersisa di dirinya. Penglihatannya telah rabun digerogoti katarak, paru-parunya dirongrong penyakit TBC yang datang menyerang. Serasa belum lengkap, gula darah yang tidak terkontrol akibat sudah tiga bulan tidak kuat menebus obat seolah membuat dunianya nyaris runtuh.

Seperti dituturkan, hal itu terjadi sudah genap 6 tahun lalu sejak ia mengetahui menderita penyakit DM, yaitu pada usianya yang ke-43 tahun. Karena sudah mencapai stadium akut sehingga gula darahnya meningkat hingga di atas 400 bahkan pernah di atas 600, jelas-jelas jauh di atas batas normal. Sedangkan ia tidak dapat rutin melakukan terapi   karena setelah jatuh sakit praktis usahanya mati total. “Untuk berobat saya dibantu oleh saudara-saudara, teman dan bekas majikan,” kisahnya.

Maka selain menjalani pengobatan secara medis, upaya-upaya penyembuhan alternatif dilakukan dengan harapan memperoleh kesembuhan.  Apa pun perkataan atau nasihat orang lain pernah dicoba dituruti, termasuk meminum bermacam-mcam ramuan jamu. “Saya bahkan pernah makan buah mahoni yang pahitnya minta ampun,” ujarnya.

Beruntung salah seorang temannya memberikan alamat Darwin Kiro K. C. Med, yang dikenal sebagai peracik ramuan obat penyembuh penyakit DM teh Chin Chau Mediabetea. “Untuk penyebuhan, selama 4 bulan pertama saya dianjurkan minum teh Mediabetea tersebut 2 sachet per hari. Selanjutnya 4 bulan berikutnya masih diharuskan mengkonsumsi satu sachet setiap hari,” akunya.

Hasilnya sungguh menakjubkan, satu setengah bulan setelah dicoba, gula darahnya  turun menjadi 320. Dua bulan setengah kemudian, setelah diperiksa kembali turun dan tinggal 200. Sekarang ini ia sedang menjalani terapi lanjutan, rutin mengkonsumsi teh Chin Chau satu sachet per hari. Harapan yang pernah pupus kini bangkit lagi. Terbukti setelah sempat mengalami kelumpuhan, kini rasa esemutan di tangan dan kakinya mulai jauh berkurang. Di samping berat badan bertambah, keluhan pada penglihatannya, dikatakannya sudah membaik. Bahkan saat ini ia sudah dapat menjalankan usaha dagang di jalan A. Yani, Jakarta.

Penyakit DM seperti dikata orang betul-betul menjadi momok menakutkan. Seperti ingin membunuh korbannya perlahan-lahan, penyakit ini tidak langsung menyerang penderita. Pertama-tama akan menyerang kelenjar pankreas, sedangkan penyakit mata katarak adalah awalnya. 

“Apabila sudah terjadi komplikasi ke Organ Ginjal, gejala selanjutnya penderita akan sering buang air kecil, menyerang Lever, mata kabur, dan gangguan. Dikarenakan Diabetes ini termasuk penyakit panas dalam. penderita akan merasa haus terus-terusan. Organ Pankreas bekerja terlalu keras untuk memproduksi Hormon Insulin sehingga sel–selnya bengkak, sakit, lalu mati. Beragam penyakit mengekor dibelakangnya, seperti sakit pinggang, kaki,lutut, ngilu lemas, kaki bengkak, kencing protein, impoten, gagal ginjal sehingga harus terus cuci darah, dan darah tinggi,” jelas Darwin yang dianugerahi Bachelor of Chinese Medicine oleh Research of Oriental Medicine di negeri Singa. 

Jamu godog teh Chin Chau racikan Darwin dikatakan berkhasiat membantu menormalkan fungsi pankreas penderita DM dengan menggantikan sel-sel yang telah mati dengan sel-sel baru sehingga dapat memproduksi hormone insulin. “Jika Hormon insulin dapat diproduksi maka secara otomatis gula darah akan turun,” jelasnya.

Telah banyak pengakuan yang diberikan kepada peraih Entrepreneur Agribusiness Award 2005 dan Indonesian Best Executive Award 2005 ini. Maka sebagaimana ia sinyalir selama ini, bahwa pola makan kurang sehat, kurang olah raga, konsumsi obat-obatan kimia yang berlebihan menyebabkan timbunan racun dalam tubuh sehingga rawan terhadap timbulnya berbagai penyakit. Maka sudah saatnya bagi masyarakat agar mencoba kembali ke alam, termasuk dalam hal pengobatan menggunakan bahan-bahan alami yang tanpa efek sampingan. Salah-satunya teh Chin Chau yang diibaratkan seperti akar gantung bagi pengidap DM. (Sukatna)

Tidak ada komentar